Mengapa Bisnis Tiruan Lebih Sukses Dari Pelopornya? Inilah 8 Alasannya.

Posted on Updated on

Image

Inovasi seringkali dianggap merupakan bagian terpenting dari sebuah bisnis. Enterpreneur yang menciptakan produk yang sama sekali baru dipuja-puja sebagai orang yang kreatif. Namun, seperti sudah hukum alam, bisnis inovatif yang berhasil pasti akan segera ditiru. Yang menarik adalah, sadarkah Anda bahwa kebanyakan bisnis tiruan justru lebih sukses daripada pelopornya. Anda pasti tahu bahwa sebelum Facebook sudah ada Friendster. Google pun bukanlah pelopor search engine karena sebelumnya sudah ada  Snap, Magellan, dan Infoseek.

Menciptakan inovasi bisnis dan menjadi pelopor dalam bidang tertentu memang banyak keuntungannya, terutama mendapatkan posisi di benak konsumen sebagai yang pertama. Namun usaha tiruan bukannya tanpa keuntungan. Berikut adalah 8 keuntungan dari bisnis tiruan:
1. Memperbaiki lebih mudah daripada menciptakan 

Jika Anda sudah tahu bisnis apa yang ingin Anda tiru, Anda dapat berfokus mengevaluasi strategi mana yang berhasil dan mana yang tidak dari bisnis tersebut. Cari tahu kebutuhan konsumen yang merupakan pasar bisnis sebelumnya yang belum terpenuhi.

2. Menghemat uang

Dengan meniru usaha orang lain, Anda tidak perlu lagi mengalokasikan dana  untuk mengedukasi dan menciptakan pasar. Selain menghemat uang, ini juga akan menghemat waktu. Anda hanya perlu menunjukkan bahwa produk Anda bekerja lebih baik dan lebih cepat.

3. Belajar dari kesalahan

Setiap inovasi perlu dites dulu, baik produknya maupun startegi marketingnya. Dengan meniru produk bisnis pelopor, Anda tidak perlu membuang waktu dan tenaga menguji coba produk. Anda juga tidak perlu mengulangi kesalahan-kesalahan yang dilakukan bisnis pelopor dan dapat berfokus pada peningkatan kualitas dan menambahkan keunikan pada produk tersebut yang membedakan dari produk sebelumnya.

4. Lebih cekatan

Jika bisnis pelopor memiliki posisi yang kuat dalam pasar, kemungkinan mereka sudah besar dan mapan sehingga menjadi lebih sulit untuk berubah dengan cepat jika ada inovasi yang baru atau peluang. Ini dapat menjadi celah usaha tiruan untuk menguasai keunggulan yang tidak dimiliki bisnis pelopor.

5. Melakukan riset lebih baik.

Untuk Anda yang ingin meniru, Anda akan diuntungkan saat melakukan riset pasar. Misalnya Anda ingin membuat usaha keripik. Akan lebih mudah menanyakan pendapat konsumen dengan mengambil perbandingan “Keripik Maiicih”. Anda dapat tahu apa yang mereka sukai dan tidak sukai dari brand tersebut kemudian Anda tinggal memodifikasi sesuai riset pasar.

6. Membuat produk yang lebih unggul 

Konsumen menyukai produk yang  mirip namun dengan beberapa perbedaan yang unik. Kita cenderung membeli produk yang familiar. Itulah mengapa  produk yang merupakan hasil improvisasi lebih laku daripada produk yang sama sekali baru.

7. Belajar tips marketing

Observasilah gaya dan bahasa yang digunakan brand sebelumnya. Baca materi promosi mereka, termasuk akun twitter, blog, website, Facebook, dan lain sebagainya. Lebih baik lagi jika Anda bisa mengobrol langsung dengan ownernya. Anda dapat mencuri ide dan mengembangkannya di produk Anda sendiri.

8. Mencari modal lebih mudah

Adalah lebih mudah untuk mempersuasi investor jika produk serupa sudah terbukti laku di pasaran. Misalnya jika And a ingin membuat website jual-beli barang online, investor akan lebih tertarik setelah Anda menunjukkan besarnya profit yang didapatkan.

Oleh: Dita Yustisia
Foto: Google
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s