5 Rahasia ATM Dalam Bisnis

Posted on Updated on

Image

Tidak sedikit orang yang kesulitan mencari ide bisnis walaupun sekarang website, social media dan buku-buku bisnis tentang metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) banyak dijual di pasaran. Jika Anda termasuk orang yang mengalami kesulitan dalam mencari ide bisnis tidak perlu khawatir, sebab tiap calon pengusaha termasuk pengusaha yang berpengalaman sekalipun pernah dan akan mengalami fase kesulitan dalam mencari ide bisnis untuk mengembangkan usahanya.

Tentu tiap orang mempunyai passion yang berbeda dalam bisnis, ada yang berminat di kuliner, jasa, pendidikan, konveksi dan bidang lain. Andapun tentu tahu brand apa saja yang sukses di bidangnya terbukti mempunyai banyak cabang atau franchise. Nah, untuk mencari ide bisnis, Anda bisa menirunya dari brand yang sudah terkenal asalkan bukan hal-hal yang termasuk hak cipta atau HaKI (Hak Kekayaan Intelektual) apalagi sudah didaftarkan. Lalu bagaimana caranya meniru bisnis yang sudah sukses menggunakan metode ATM? ini dia rahasianya:

1. Sesuai Kemampuan

Bisnis yang sukses tentu tidak sedikit. Ukuran suksesnya pun relatif, paling tidak kita bisa menilai kesuksesannya dari banyaknya cabang atau sistemnya franchise. Proses mengamati bisnis yang sukses dengan mempelajari model bisnis, menganalisa dan mencari polanya. Tapi jangan lupa, dalam proses pengamatan ini pilihlah bisnis yang sesuai dengan kemampuan Anda jadi bukan sekadar passion, misalnya dari segi modal, jaringan, dan SDM (sumber daya manusia) yang dilibatkan supaya terjangkau ketika Anda menjalankannya.

2. Timing

Tiap orang punya cara yang berbeda-beda untuk mengamati bisnis. Salah satu cara untuk mengamati bisnis yang sukses ketika Anda menjadi konsumen sebuah usaha yang Anda minati. Amatilah bagaimana pelayanan, keunikan produk  dan sistem penjualannya. Jika memungkinkan sesekali Anda bisa bertanya kepada pemilik bisnis atau karyawannya.

3. Belajar dari Kegagalan Bisnis Serupa

Ketika Anda sudah menemukan bisnis yang sesuai dengan kemampuan, syukur-syukur jika itu passion Anda, ada baiknya Anda pun melihat dari banyak sisi, jangan hanya melihat dari sisi suksesnya saja. Jika Anda menemukan orang lain yang bangkrut di bisnis yang sama, Anda bisa berkonsultasi kepada orang tersebut untuk mengetahui sebab kegagalannya sehingga Anda bisa mendapatkan informasi yang menyeluruh sebelum Anda meniru sebuah bisnis yang terbukti sukses

4. Ingat Etika dan Hukum Bisnis

Meniru dalam bisnis memang lumrah. Tapi bukan berarti bisa meniru semuanya terutama yang berhubungan dengan brand sebuah bisnis. Ada yang bisa ditiru sehingga tidak melanggar undang-undang seperti visi misi, strategi pemasaran, pelayanan prima, standar operasional dan produksi, sarana dan prasarana, sistem manajemen, budaya perusahaan. Sementara corporate identity (identitas perusahaan) tidak bisa ditiru seperti logo dan merk sebuah bisnis mempunyai hak cipta dan HaKI (Hak Kekayaan Intelktual). Anda tidak ingin kan tiba-tiba bermasalahan dengan yang berwajib padahal bisnis Anda sedang maju karena terbentur dengan masalah hukum. Oleh karena itu jangan lupakan etika dan hukum bisnis ketika Anda meniru sebuah bisnis.

5. Serupa tapi tidak sama

Bisnis yang sukses dalam bidang kuliner, jasa, pendidikan dan bidang lain tentu bukan pemain tunggal dan banyak kompetitornya. Sebagai pemula Anda bisa membandingkan dan memodifikasi beberapa bisnis serupa kemudian mengambil strength-nya (kekuatan) dari beberapa alternatif tadi misalnya teknis keuangan, pengelolaan SDM, standar produksi dan strategi marketing yang disesuaikan dengan model bisnis dan target spesifik bisnis Anda. Setelah mengambil strength-nya, jangan berhenti sampai disana, modifikasi dan sempurnakan terus model bisnis Anda sambil berjalan sampai bisnis Anda mempunyai diferensiasi supaya tidak terlihat membuntuti bisnis serupa.

Yang paling penting dari kelima rahasia tadi tentu saja action! Mengamati terus-menerus dan menunggu sampai semuanya sempurna adalah sia-sia. Ibarat terus-menerus membidikan anak panah tapi tidak pernah melepaskannya. Sampai kapanpun tidak akan mengenai sasaran sekalipun kita sudah mengetahui siapa target spesifik konsumen, cara menjual dan profit yang menggiurkan.

Oleh: Dhemaz Hadi P
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s