Apakah Kepribadian Anda Cocok Untuk Menjadi Seorang Pengusaha?

Posted on Updated on

Image

Memulai bisnis bukan hal main-main. Kebanyakan pebisnis pemula gagal di usahanya yang pertama. Seyakin apa pun akan keberhasilan bisnisnya, orang yang memulai bisnis harus punya kesiapan mental untuk gagal.

 

Kepribadian dan entrepreneurship

Para psikolog dan peneliti bisnis telah puluhan tahun mencari tahu kepribadian seperti apa yang cocok dimiliki seseorang jika ingin memulai bisnis. Berdasarkan berbagai riset, terdapat beberapa komponen dari kepribadian yang sebaiknya dimiliki orang-orang yang berniat berbisnis.

Dalam psikologi, dikenal Lima Faktor Besar untuk mengukur dan menentukan kepribadian seseorang. Lima faktor tersebut terdiri dari Keterbukaan terhadap pengalaman (seberapa mau seseorang mempertimbangkan ide baru), Extraversion (kemauan untuk menjadi pusat perhatian), Kesungguhan/Conscentiousness (kemauan bekerja keras dan mengikuti aturan), Keramahan/Agreableness (keinginan untuk disukai orang lain), dan Neurotis (kurangnya kestabilan emosi). Penelitian menunjukkan bahwa kepribadian yang ideal sebagai entrepreneur adalah yang yang skornya tinggi dalam Keterbukaan terhadap pengalaman, Extraversion, dan Kesungguhan, namun rendah dalam skor Keramahan dan Neurotis. Mari kita eksplorasi satu per satu faktor di atas.

kepribadian pengusahaa

1. Keterbukaan terhadap pengalaman

Meski banyak orang mengaku tertarik dengan hal-hal baru, ketika dihadapkan pada pilihan yang rasional, sebenarnya pada umumnya orang cenderung memilih hal yang pasti dibandingkan hal baru dan asing. Itulah sebabnya orang yang bisa mendapatkan pekerjaan, akan memilih bekerja, kecuali jika dia berasal dari kelurga pengusaha sehingga sudah terbiasa dengan entrepreneurship. Untuk serius terjun menjadi wirausaha, seseorang perlu open-minded terhadap berbagai pengalaman baru, termasuk pengalaman gagal.

 

2. Extraversion

Banyak orang yang ingin jadi pengusaha karena ingin didengarkan dan diperhatikan orang lain. Itulah sebabnya pengusaha sukses biasanya akan menerima dengan senang hati jika diminta menjadi pembicara dalam seminar atau talkshow. Bisa jadi justru itulah salah satu motivasi mereka untuk jadi pengusaha.

 

3. Kesungguhan (Conscientiousness)

Sepertinya sudah sering Anda dengar bahwa syarat untuk berhasil dalam berwirausaha adalah mau bekerja keras, disiplin, dan pantang menyerah. Dan memang benar, Anda harus memiliki sisi ambisius jika ingin memenangkan persaingan bisnis yang sengit.

 

4. Keramahan (Agreableness)

Anda mungkin heran mengapa seorang pengusaha idealnya memiliki skor rendah dalam keramahan. Meskipun penting baginya untuk disukai para rekan bisnis, sebenarnya lebih penting lagi untuk berkeras hati dan tidak menuruti semua kata orang ketika memulai sebuah bisnis. Orang yang skor Keramahannya tinggi, cenderung tidak mau mengecewakan orang lain.

 

5. Neurotis

Jika Anda masih labil, moody, dan mudah dipengaruhi perasaan negatif, tentu sulit bagi Anda untuk tetap optimis saat bisnis Anda merugi atau bangkrut. Belum lagi untuk memulihkan rasa sakit hati saat di-complain konsumen. Seorang pengusaha harus bisa memotivasi dirinya sendiri untuk bangkit saat merasa down.

 

Bagaimana dengan Anda? Apakah kepribadian Anda cocok untuk menjadi pengusaha?

Oleh: Dita Yustisia
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s