3 Cara Mudah Menemukan Ide untuk Produk Anda Berikutnya

Posted on Updated on

Image

Sebagai pengusaha, ada fase dimana Anda akan mengatakan “Mengapa aku tidak memikirkan itu?” Ketika Anda membuka majalah atau menonton televisi dan ada sebuah produk baru yang memiliki potensi untuk sukses meledak di pasaran, memiliki konsep yang sederhana dan biaya startup kecil, maka akan timbul rasa iri pada diri Anda.

Cara menghilangkannya adalah dengan menghindari perasaan bahwa Anda telah melewatkan kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang unik. Ada begitu banyak jumlah produk dan jasa yang perlu dibuat. Pertanyaannya adalah apakah Anda sedang mencari tempat yang tepat. Berikut ini 3 cara mudah menemukan ide produk Anda berikutnya:

1.       Menjadi pelanggan pertama Anda

Beberapa produk yang sukses lahir dari kebutuhan pribadi untuk memecahkan masalah, dan bukan keinginan untuk menghasilkan keuntungan semata. Inilah sebabnya mengapa pencipta produk yang sukses sering mengatakan bahwa ide besar yang dimiliki mereka berawal dari bagaimana mereka memecahkan masalah mereka sendiri. Pencipta adalah pelanggan pertama dan itulah Anda.

Mulailah melihat kehidupan Anda sendiri. Apa masalah yang perlu Anda pecahkan? Tidak perduli seberapa sederhana masalahnya atau seberapa konyol solusinya nanti. Yang penting adalah masalah ini akan membuat hidup Anda jauh lebih mudah dan menyenangkan.

2.       Buat bentuk dasar secara cepat

Apakah Anda tahu, yang paling mungkin menahan Anda mengembangkan produk baru bukanlah kekurangan ide, namun kurangnya implementasi. Itulah mengapa menciptakan bentuk dasar produk secepat mungkin sama pentingnya dengan mendatangkan ide. Membuat bentuk dasar memungkinkan Anda untuk melihat bagaimana produk Anda beroperasi dalam kehidupan nyata dan bisa memecahkan masalah.

Contohnya adalah Ryan Perancis. Ryan frustasi dengan kontrol layar sentuh pada smartphone miliknya untuk bermain game. Meskipun bukan pengusaha berpengalaman atau berpengalaman di bidang manufaktur, Ryan mencoba untuk menyelesaikan masalah. Ryan mengembangkan klip buatan tangan yang terpasang di ponsel android untuk game controller. Ryan tahu industri game semakin besar dan ia tahu ia bisa memulai bisnis. Lalu Ryan meluncurkan Game Klip yang memenangkan Shopify Build, sebuah kompetisi bisnis 2012 dengan kategori gadget dan elektronik.

3.       Beradaptasi

Ketika Shazi Visram mendirikan Happy Family di New York, dia memulai perusahaan dengan visi memberikan info kepada orang tua agar melakukan alternatif yang sehat dalam mengolah makanan bayi. Ketika dia meluncurkan makanan bayi yang dibekukan, ia menyadari bahwa orang tua tidak belanja makanan bayi di bagian makanan beku. Mereka pasti akan pergi ke bagian makanan bayi. Visram berubah arah dari bagian freezer ke bagian produk organik. Saat ini perusahaan tumbuh dan berkembang dengan cepat. Tahun 2012, Happy Family melaporkan pendapatan kotor $ 62.8 juta dan naik kurang dari $ 2 juta di tahun 2008.

Jadilah terbuka untuk beradaptasi dalam perjalanan bisnis Anda. Jika Anda terlalu keras kepala dan terlalu “jatuh cinta” dengan ide pertama Anda, mungkin Anda akan kehilangan keberhasilan yang Anda cari.

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati
http://yea-indonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s