3 Kesalahan Pengusaha ketika Bernegosiasi

Posted on Updated on

Image

“Tunjukkan uangnya kepadaku”, kalimat yang terkenal dari film Jerry Maguire ini telah membawa semacam semangat dan optimisme yang manis terdengar di telinga para pengusaha. Kebanyakan para pengusaha mulai berpikir mengenai negosiasi. Bagi pengusaha, negosiasi adalah saat membicarakan uang. Uang jutaan rupiah akan hilang selama umur bisnis mereka saat mereka mendefinisikan negosiasi seperti itu.

Negosiasi adalah upaya untuk membawa kesepakatan antara dua pihak atau lebih dengan semua pihak yang memiliki hak untuk memveto. Memang benar, uang selalu terlibat dalam proses ini. namun negosiasi yang baik meliputi komponen penting lainnya yang sebagian besar pengusaha mangabaikan atau tidak menyadarinya.

Berikut ini adalah kesalahan pengusaha saat bernegosiasi dan bagaimana cara mengatasinya.

1.       Anda berpikir sudah memberitahu segala hal yang diperlukan mereka

Produk saya memiliki bahan-bahan organik. Jasa saya memiliki jaminan uang kembali. Dukungan pelanggan saya tersedia 24 jam.

Maaf, tapi mereka hanya fakta. Yang harus Anda lakukan adalah menyediakan pembeli potensial Anda dengan sebuah visi. Setelah Anda menggambarkan ketidakpuasan orang lain, Anda menyajikan gambaran yang benar dari apa yang dirasakan mereka saat menggunakan barang atau jasa Anda. Dengan kata lain, membahas apa yang Anda jual akan secara dramatis mengubah masalah pelanggan potensial. Biarkan mereka mengambil sikap sehingga nantinya akan berbisnis dengan Anda.

 

2.       Anda gagal menghubungkan visi dengan biaya

Jika Anda tahu kekecewaan klien potensial Anda, katakanlah ketidakmampuan Anda dalam memenuhi target tanggal pengiriman. Maka jelaskan bagaimana Anda bisa menemukan jalan keluarnya, kemudian meluruskan janji Anda dengan biaya yang sesuai.

Banyak pengusaha menganggap barang atau jasa mereka hanya sebagai produk calon pembeli lain yang biasanya dianggap sebagai persediaan, atau pelayanan untuk menggantikan yang saat ini sedang digunakan. Namun jika yang Anda tawarkan unik, maka Anda bisa mempresentasikan ke lainnya dan bukan menawarkan pertukaran, melainkan kesempatan ini akan mengikat visi Anda menjadi lebih baik kepada pembeli. Peluang seperti ini sering datang dengan label harga yang tinggi yang Anda harus pertahankan. Karena ini akan menyeimbangkan visi dengan biaya yang Anda keluarkan.

 

3.       Anda gagal menyadari bahwa setiap momen dengan klien potensial adalah negosiasi

Setiap saat Anda menghabiskan waktu dengan seseorang yang mungkin melakukan bisnis. Berarti siapa saja yang Anda temui dimana saja dan kapan saja adalah suatu kesempatan untuk menciptakan visi bagi mereka. Jika Anda yakin bahwa bisa bersikap hangat, bersikap tenang selama negosiasi formal, lalu menyampaikannya dengan ciri khas Anda di suatu acara industri, maka Anda akan bisa membuat orang lain menyadari bahwa Anda dapat membantu mereka mencapai tujuan mereka. Setiap interaksi dengan klien potensial adalah negosiasi meskipun tidak ada meja atau ruang konferensi.

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati
http://yea-indonesia.com

—————————————————————————————————————————

Program 6 Bulan Jadi Pengusaha, Pendaftaran sampai tanggal 15 November 2013 >> http://yea-indonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s