Inilah Obat Bagi Penyakit Wirausahawan

Posted on Updated on

Image

Entrepreneur Disease adalah ketidakmampuan merelakan bisnis untuk diintervensi oleh orang lain. Wirausahawan tidak ingin ada pihak lain yang ikut campur tangan dan mengontrol bisnis pribadinya. Dylan Kohlstadt, seorang pakar kewirausahaan mengemukakan bahwa apabila gejala penyakit wirausahaan tidak ditangani secara serius akan mengancam kesehatan dan umur bisnis Anda. Karena suksesnya seorang wirausahawan selain dilihat dari profit yang didapat, juga dari karakter wirausahawan itu sendiri.

Dylan Kohlstadt mengungkapkan untuk bisa sembuh dari penyakit wirausahawan, semua tergantung dari kemauan kewirausahaan dan butuh komitmen yang tinggi. Apakah wirausahawan tersebut mau memperbaiki karakter dan cara menjalankan bisnisnya.

1. Rendah hati

Rendah hati sangat dibutuhkan agar wirausahawan tidak menjadi manusia sombong. Berdasarkan penelitian Harvard Business review, kerendahan hati adalah karakter yang mengantarkan wirausahawan menjadi sukses. Mungkin saja masih ada sebagian wirausahawan yang merasa sombong dengan apa yang dimilikinya dan mampu mendapatkannya tanpa bantuan orang lain. Wirausahawan harus paham bahwa ia tidak akan bisa menjalankan bisnisnya tanpa bantuan para stafnya.

 

2. Fleksibel

Wirausahaan harus mampu menempatkan sikap terhadap keadaan pasar. Belum tentu strategi yang digunakan hari ini, akan sama dengan hari esok. Oleh karena itu harus bisa memprediksi strategi yang cocok untuk bisnisnya.

 

3. Keterlibatan pihak lain

Mustahil bagi siapapun akan mampu menjalankan bisnis seorang diri. Meskipun Anda pemiliknya, bukan berarti Anda tidak boleh melibatkan orang lain. Anda akan membutuhkan kemampuan dan campur tangan dari berbagai pihak. Sebagai seorang wirausahawan, Anda harus bisa mempercayakan bisnis Anda kepada orang lain agar dapat memberikan perspektif baru yang mungkin tidak Anda temukan jika menjalankannya sendiri.

 

4. Kesempatan belajar bagi para staf

Berikan kesempatan bagi para staf Anda agar belajar dari bisnis Anda. Saat mereka melakukan kesalahan, Anda tidak harus menuntut mereka. Biarkan mereka belajar dari kesalahan mereka, agar mereka lebih hati-hati di kemudian hari. Dengan begini, para staf Anda akan merasakan sense of belonging dan akan dapat menguntungkan bisnis Anda. 

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s