4 Alasan Penjual Tidak Dipercaya Konsumen

Posted on Updated on

4 alasan penjual tidak

Dalam dunia bisnis, kepercayaan adalah salah satu hal yang biasanya sulit didapatkan. Tanpa adanya kepercayaan, transaksi antara konsumen dengan penjual tidak akan pernah terjadi. Inilah tugas utama seorang penjual yaitu membuat konsumen percaya, terutama dalam bisnis online karena setiap transaksi dilakukan tanpa ada tatap muka. Lalu apa sajakah yang membuat konsumen menjadi tidak percaya? Geoffrey James, seorang penulis buku tentang bisnis mengungkapkan empat penyebab konsumen tidak mempercayai konsumen.

1.       Kesan pertama : spammer

Inilah kesalahan yang sering dilakukan penjual. Banyak penjual online yang sering melakukan posting produk yang ingin ditawarkan secara sembarangan di media sosial. Banyak penjual online yang melakukan promosi produk di timeline konsumen dengan cara menandai konsumen dengan foto produk mereka. Ini akan membuat konsumen merasa terganggu dan menilai Anda tidak memiliki etika dalam berbisnis online.

 

2.       Klaim tidak masuk akal

Berhati-hatilah dalam mengklaim toko online Anda. Jangan sampai klaim yang Anda buat tidak masuk akal dan membuat konsumen merasa tidak yakin. Contohnya dengan membuat motto “kualitas hebat, harga hemat”. Pernyataan ini terlihat berlebihan dan memberi kesan bahwa produk yang Anda jual adalah produk murahan. Sebaiknya buat klaim yang masuk akal dengan mengangkat keunikan dan kelebihan produk yang tidak dimiliki oleh pesaing Anda lainnya.

 

3.       Hanya menjual opini, bukan fakta

Penjual semacam ini akan mengatakan bahwa produknya lebih baik dibandingkan produk sejenis milik pesaing dan selalu memuji produknya sendiri. Hal ini akan membuat konsumen menjadi curiga saat membaca postingan tersebut. Maka sebaiknya Anda menghindari ini, karena konsumen bisa menganggap apa yang Anda katakan hanya sekedar opini dan bukan fakta.

 

4.       Hanya memikirkan keuntungan

Penjual hanya fokus menjual produk ke konsumen tanpa memikirkan keadaan konsumen. Biasanya penjual seolah-olah seperti meneror dan memaksa konsumen agar mau membeli produknya. Jangan lakukan ini jika Anda tidak ingin konsumen Anda kabur dan berhenti mempercayai Anda. Yang seharusnya Anda lakukan adalah mendengarkan dan memahami kebutuhan konsumen. Anda harus bisa menjelaskan bagaimana produk Anda dapat mempermudah konsumen.

 

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s