Toko Online VS Toko Offline

Posted on Updated on

Image

Toko  online dan toko offline? Kira-kira usaha mana yang akan Sobat jalankan? Tentunya masing-masing memiliki sisi yang berbeda walaupun tujuannya adalah satu kegiatan, yaitu menjual produk atau pun jasa. Bagi Sobat yang ingin memulai usaha, ada baiknya mengetahui 11 perbandingan toko online versus toko offline:

1. Lokasi

Dari segi lokasi toko, toko online biasanya ditemukan di tempat yang banyak orang mengaksesnya seperti mesin pencari Google atau media sosial lainnya seperti Facebook atau Twitter.

Sedangkan toko offline lokasi tokonya mendekati pusat keramaian di mana banyak orang yang berlalu-lalang dan lokasinya cukup strategis serta mudah dijangkau. Contohnya di pusat perbelanjaan, mall atau kios-kios di pinggir jalan.

 

2. Promosi dan pemasaran

Promosi dilakukan hampir tidak menggunakan biaya karena media yang digunakan adalah medial online. Sobat juga tidak perlu mencetak brosur untuk memperkenalkan barang dagangan tapi hanya menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Blog maupun Pinterest.

Sedangkan toko offline akan lebih banyak memerlukan biaya. Sobat perlu mencetak brosur atau membuat iklan di koran untuk memperkenalkan produk dan lokasi usaha, serta mencetak kartu nama untuk lebih meyakinkan pembeli.

 

3. Jangkauan pasar

Jika membuka toko online, Sobat dapat menjangkau pasar di mana pun lokasinya. Baik di Indonesia maupun di luar Indonesia. Karena dunia internet tak terbatas.

Sedangkan toko offline, pembeli yang datang kemungkinan hanya di sekitar wilayah toko.

 

4. Modal awal

Biaya awal yang dikeluarkan untuk membuka toko online adalah biaya koneksi internet, biaya pembuatan website, dan biaya SEO (jika Sobat ingin).

Sedangkan biaya awal yang dikeluarkan untuk membuka toko offline,  yaitu biaya sewa toko, biaya operasional toko seperti air, listrik dan telepon serta biaya sewa gudang.

 

5. Jenis produk

Di toko online, jenis produk yang dijual bervariasi dan tidak terbatas. Namun toko online akan lebih mudah dikunjungi jika menjual produk yang lebih spesifik.

Sedangkan di toko offline, jenis produk yang dijual juga bervariasi namun terbatas pada jumlahnya. Karena jumlah produk yang dijual tentunya harus melebihi jumlah stok tersebut.

 

6.  Jumlah produk

Penjual online tidak harus memiliki stok barang untuk menjual produk. Sobat bisa melakukan sistem dropshipper saat melakukan penjualan. Selain itu jumlah produk juga bisa disesuaikan dengan jumlah pesanan.

Sedangkan penjual offline harus menyimpan stok produk. Stok produk harus bisa diukur berdasarkan kondisi permintaan pasar demi menghindari penumpukan stok di gudang.

 

7. Jumlah toko

Sobat yang ingin membuka toko online bisa membuka lebih dari satu toko, Sobat bisa membuka banyak toko melalui marketplace atau situs jual beli online yang rata-rata menyediakan akun gratis. Sobat hanya tinggal mendaftarkan email, mengisi data-data yang diperlukan dan mengunggah foto produk serta memberikan deskripsi produk dan contact person.

Sedangkan untuk toko offline, Sobat harus membuka cabang di wilayah yang berbeda untuk menjangkau konsumen yang ada di wilayah tersebut. Tentunya Sobat akan memerlukan biaya tambahan lagi untuk membuka cabang.

 

8. Cari barang

Cara termudah mencari barang di dunia maya adalah dengan mengetik kata kunci produk di halaman mesin pencari Google atau kolom search di sebuah toko online.

Sedangkan di dunia offline, Sobat harus mendatangi beberapa toko, mencari produk di rak-rak tertentu atau meminta bantuan karyawan toko untk mencari produk yang Sobat butuhkan.

9. Cara beli

Jika membeli di toko online, pembeli hanya cukup menekan tombol “beli” atau memesan produk yang telah dilihat di situs atau toko online melalui sms atau telpon ke penjual.

Sedangkan di toko offline, pembeli bisa langsung memilih produk secara langsung dengan mendatangi toko kemudian membayarnya jika sudah cocok.

 

10. Cara pembayaran

Di toko online, pembayaran dilakukan dengan cara transfer. Pembeli mengirim uang via rekening pribadi ke rekening penjual setelah melakukan pemesanan senilai harga jual ditambah biaya ongkos kirim. Setelah uang diterima penjual, maka pembeli akan mengirimkan produk yang dipesan ke alamat pembeli.

Sedangkan di toko offline, pembayaran langsung dilakukan di waktu yang sama. Pembeli menyerahkan uang langsung kepada penjual atau melakukan pembayaran di mesin kasir lalu produk bisa langsung pembeli bawa pulang.

 

11. Tenaga dan waktu

Dalam menjalankan toko online, Sobat bisa membutuhkan tenaga satu orang. Waktu yang dibutuhkan juga tidak harus full time karena bisa disambi sambil bekerja atau pun mengurus anak.

Sedangkan pada toko offline, tenaga yang dibutuhkan bisa lebih dari satu orang dengan posisi yang berbeda-beda seperti kasir, pemasaran, manajer toko dan sebagainya.  Waktu yang dibutuhkan juga sebaiknya full time dan harus memiliki komitmen yang lebih besar.

 

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s