Customer Service

5 Cara Agar Email Pertama Anda dapat Menarik Perhatian Pelanggan

Posted on Updated on

Image

Seorang pembeli selalu bisa memilih untuk selalu mendapatkan informasi terbaru dari seorang penjual melalui newsletter yang dikirimkan lewat email. Pembeli bisa mendaftarkan diri untuk berlangganan email tersebut.

Setelah membangun daftar penerima email, seorang penjual pasti sudah paham betul kepada siapa saja email tersebut akan dikirim. Email pertama yang diterima pelanggan haruslah memberi kesan pertama terhadap pelaku bisnis online. Agar Anda tidak dianggap ”jualan melulu”, CEO Vertical Response Janine Popick mengungkapkan bahwa ada lima cara agar email pertama Anda dapat menarik perhatian pelanggan.

1.       Mudah dikenali

Pastikan kolom “from” atau “dari” berisi nama Anda atau bisnis online Anda agar penerima email mudah mengenali Anda. Kenapa? Karena kolom “from” atau “dari” adalah kolom yang pertama kali dilihat oleh penerima email.

 

2.       Ingatkan kembali

Biasanya orang yang berlangganan email bisa lupa kapan dan di mana ia mendaftarkan diri untuk berlangganan email tersebut. Sebaiknya pada email pertama, Anda mengingatkan penerima email di mana ia mendaftarkan dirinya.

 

3.       Konsisten

Agar calon pelanggan atau pembeli mudah mengenali produk maupun bisnis Anda di lain waktu, sebaiknya Anda mengirimkan email secara konsisten. Contohnya Anda bisa menggunakan warna tertentu untuk logo, situs Anda serta desain email Anda.

 

4.       Sertakan link

Email pertama yang dikirim ke pelanggan adalah suatu kesempatan besar untuk mendatangkan traffic ke situs resmi bisnis online Anda maupun ke media sosial yang dimiliki. Penerima email dapat mencari tahu sendiri mengenai profil lengkap bisnis Anda maupun Anda sebagai penjual melalui link-link media sosial yang Anda sertakan dalam email. Hal ini dapat membangun hubungan Anda dengan calon pelanggan Anda.

 

5.       Tujuan Anda

Sebaiknya Anda menyertakan informasi penting mengenai keberlanjutan email berlangganan tersebut. Contohnya, “Kami akan memberikan informasi mengenai produk terbaru setiap bulannya”. Anda juga bisa menjelaskan apa saja yang bisa penerima email dapatkan dari Anda selama berlangganan email. 

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati
http://yea-indonesia.com

6 Tipe Konsumen Dan Cara Melayaninya

Posted on Updated on

Image

Sebagai pebisnis, tentu Anda akan memberikan perhatian khusus untuk pelayanan pelanggan karena pelanggan ibarat seorang raja. Pelayanan yang masksimal saja belum tentu menghasilkan penjualan, apalagi pelayanan yang seadanya. Ada berbagai karakter pelanggan dengan berbagai keunikan yang akan Anda temui. Lalu bagaimana cara mengenali pelanggan sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal dan produktif?

Bagaimana Mengetahui Tipe-Tipe Konsumen

Biasanya sebelum melakukan pendekatan kepada calon konsumen, Anda akan menjelaskan hal-hal yang umum seperti memperkenalkan diri dan produk Anda. Anda bisa melakukannya sekitar 2-3 menit. Waktu tersebut Anda gunakan untuk menentukan tipe konsumen dan menilai apakah calon klien tersebut termasuk kategori sangat prospek, semi prospek atau tidak prospek. Sebaiknya Anda sering mengikuti pelatihan penjualan sehingga kemampuan praktik Anda dilengkapi dengan ilmu pengetahuan yang memadai.

Tipe-Tipe Konsumen

Setelah Anda belajar menentukan konsumen, maka Anda sudah harus bisa mengambil sikap dan tindakan untuk melayani konsumen sesuai dengan tipe-tipe konsumen Anda. Berikut ini adalah tipe-tipe konsumen dan cara melayaninya:

1. Tipe konsumen pendiam

Konsumen tipe ini biasanya tidak banyak bicara. Jika tidak mendapatkan pancingan dari lawan bicaranya maka mereka tidak akan berbicara. Less talk more action, mungkin itulah semboyan konsumen tipe ini.

Konsumen tipe ini biasanya jaringan pertemanannya terbatas karena mereka jarang bergaul. Namun jika mereka memiliki teman, mereka sangat dekat sehingga setiap ucapannya akan selalu dipercaya. Dan jika sudah sekali percaya, mereka akan terus mempercayainya sampai kapan pun. Sifat ini akan menguntungkan bagi Anda, sebab referensi dari si pendiam dapat sangat diandalkan.

Langkah-langkah komunikasi ketika berhadapan dengan konsumen tipe ini adalah:

  1. Anda harus menyiapkan mental untuk lebih banyak bicara daripada mendengar.
  2. Memulai pembicaraan dengan hal-hal yang ringan dan tidak perlu membicarakan sesuatu yang berat dengannya, apalagi langsung ke urusan penjualan. Anda bisa memulainya dengan membicarakan hobi, keluarga dan sebagainya.

2. Tipe konsumen cerewet

Meski tidak memancingnya Konsumen tipe ini sangat aktif bicara. Bahkan tidak jarang mereka terlihat mengenal dan dekat dengan Anda. Mereka sangat mudah diajak berbicara dengan gaya yang santai dan akrab. Terkadang pembicaraan mereka juga berlebihan, tapi itulah tipe konsumen cerewet.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk berkomunikasi dengan tipe ini yaitu:

  1. Coba untuk menjadi pendengar dan biarkan konsumen Anda berbicara.
  2. Ikuti alur mereka sampai pada tahap tertentu. Kemudian belokkan alur pembicaraan sesuai keinginan Anda.
  3. Jangan ragu mengatakan, “Bolehkah saya berbicara sekarang?”

3. Tipe konsumen arogan

Arogan merupakan salah satu tipe konsumen yang sulit menerima pendapat orang lain dan selalu menganggap pendapatnyalah yang paling benar. Jika Anda tidak mengenal karakter ini, jangan menyalahkan diri Anda jika presentasi Anda selalu gagal. Konsumen arogan merasa tahu segala hal, termasuk produk Anda sekalipun. Dan dalam menghadapinya, Anda harus sabar dan tidak boleh tersinggung sama sekali.

Cara menghadapi konsumen seperti ini adalah:

  1. Beri mereka kesempatan untuk memahami produk Anda sesuai keinginannya. Anda bisa memberikan informasi mengenai  produk Anda lewat brosur atau melihat produk sendiri.
  2. Jangan coba-coba menganggu “kesendiriannya” jika tidak ingin mendapatkan cacian.
  3. Anda hanya bisa bertanya, “Apakah Anda sudah jelas tentang produk kami?” atau pertanyaan lain yang sejenis.
  4. Tipe seperti ini sangat senang dipuji. Oleh karena itu pujilah mereka dengan sopan dan proporsional.

4. Tipe konsumen sombong

Apakah Anda tahu perbedaan sombong dengan arogan? Dalam konteks ini, tipe sombong dimaknai sebagai seseorang yang terlalu bangga dengan dirinya dan suka banyak berbicara dan sering kali memamerkan kemampuannya dan apa yang dimiliki. Padahal yang dikatakan mereka belum tentu benar. Bagi penjual, tipe seperti ini adalah konsumen yang paling mudah dipengaruhi.

Berikut ini yang harus Anda lakukan untuk tipe seperti ini agar mudah menghadapinya:

  1. Biarkan mereka bicara sesuka hatinya
  2. Memberi kesan seolah-olah Anda menyetujui semua pendapat mereka. Misalnya dengan mengatakan “Anda benar”, “Saya setuju dengan Anda”, dan pernyataan lain sejenisnya.
  3. Pujilah sesuatu yang mereka banggakan. Misalnya, jika konsumen Anda memiliki banyak perhiasan, berikan pujian tentang hal itu.
  4. Rayu konsumen Anda untuk menggunakan produk Anda berdasarkan pembicaraan mereka sendiri. Contoh pernyataan, “Jika mampu membeli barang mewah seperti yang telah Anda ceritakan, Anda pasti bersedia membeli produk kami”.

5. Tipe konsumen hemat

Orang hemat adalah orang yang terlalu memperhitungkan untung rugi dan memanfaatkan setiap hal yang akan dibelinya. Konsumen ini memang harus memperhitungkan seberapa besar manfaat yang akan diperoleh jika membeli sesuatu. Namun, tipe hemat cenderung berlebihan. Mereka sangat detail dan tidak akan melewatkan satu pun perhitungannya.

Trik untuk menghadapinya yaitu:

  1. Siapkan data dan hitung-hitungan setiap produk secara lengkap
  2. Sampaikan manfaat dan fungsi setiap produk kepada konsumen
  3. Jangan pernah mengabaikan perhitungan produk, bahkan perhitungan paling sepele sekali pun.
  4. Jangan pernah mengabaikan manfaat dan fungsi produk, bahkan manfaat yang paling minor sekali pun.

6. Tipe konsumen pembanding

Tipe pembanding adalah konsumen yang sangat paham akan produk yang Anda tawarkan. Bisa jadi konsumen tipe ini justru lebih menguasai produk Anda bahkan produk kompetitor, jika Anda tidak benar-benar mempelajari produk. Untuk itu Anda harus menguasai produk sendiri dan produk pesaing dalam menghadapi konsumen bertipe pembanding.

Tipe pembanding akan selalu membandingkan produk-produk Anda dengan produk kompetitor. Bisa saja Anda terperosok ke dalam jebakan perbandingannya. Pastinya setiap penjual selalu mengunggulkan kualitas produk sendiri dan merendahkan produk pihak lain. Jika Anda tidak menguasai produk, mungkin saja Anda akan mati kutu ketika berhadapan dengan mereka.

Trik untuk menghadapinya yaitu:

  1. Kuasai produk semaksimal mungkin dan ilmu presentasi agar mampu meyakinkan tipe pembanding.
  2. Pelajari produk-produk sejenis kompetitor.
  3. Jangan pernah bersedia masuk ke dalam jebakan membanding-bandingkan produk tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.
  4. Untuk menghadapi tipe ini, jika Anda belum paham betul, sebaiknya mengajak serta rekan kerja senior Anda.

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com

10 Cara Untuk Menarik Pelanggan Baru

Posted on Updated on

Image

Apakah saat ini Anda bingung mencari cara untuk meningkatkan penjualan Anda? Apakah Anda kesulitan menarik pelanggan baru? Menemukan pelanggan baru adalah sebuah tantangan penting dalam bisnis. Jika Anda sedang mencari cara untuk menarik pelanggan baru, berikut ini 10 cara untuk menarik pelanggan baru:

1. Berikan sesuatu

Setiap kali Anda memberikan sesuatu, Anda akan mendapatkan prospek lebih sebagai imbalannya. Semakin tinggi “hadiah” yang Anda berikan, semakin banyak pula klien yang akan datang. Untuk berhasil dalam dunia bisnis, Anda tidak boleh takut untuk mengeluarkan biaya. Biaya yang Anda keluarkan bisa jadi setimpal dengan keberhasilan yang Anda dapatkan.

2. Temui berbagai orang

Tentu Anda pernah memiliki pelanggan yang berasal dari pelanggan sebelumnya, atau pelanggan tersebut memang sudah orang yang Anda kenal. Itulah keuntungan dari bertemu dengan berbagai orang, yaitu network atau jaringan Anda akan lebih luas.

Beberapa orang akan menyarankan Anda untuk mengikuti event-event bisnis atau sejenisnya, tetapi bertemu dengan orang-orang yang tidak terkait dengan bisnis juga bisa memberikan keuntungan bagi Anda.

3. Melihat kembali laporan penghasilan dan produk Anda

Anda sudah melakukan berbagai cara, namun pelanggan baru Anda tidak juga kunjung datang. Hal ini mungkin disebabkan bukan cara Anda yang salah, namun mungkin produk atau cara penjualan Anda yang salah. Lihat dan cek kembali “database” Anda apakah ada kesalahan. Jika Anda tidak yakin, Anda dapat melakukan survey, kuesioner dan sejenisnya untuk meminta pendapat orang-orang disekitar Anda. Cara ini juga digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar.

4. Buat sesuatu yang unik

Buatlah sesuatu yang berbeda dari perusahaan atau pesaing lainnya. Hal itu akan menyebabkan produk atau layanan Anda lebih terkenal. Misalnya Anda dapat memberikan pelayanan pelanggan yang lebih baik dari pesaing Anda, hal itu akan menyebabkan orang-orang menyadari kelebihan Anda dan kembali lagi ke tempat Anda bersama teman-temannya. Seperti perkataan umum bahwa “kita tidak akan menjadi seorang yang benar-benar sukses selama kita terus mengikuti orang.”

5. Tunjukkan keahlian Anda

Demonstrasikan dan tunjukkan keahlian Anda. Jika Anda adalah seseorang yang pintar menulis, buatlah sebuah blog, cerpen dan sebagainya. Jika Anda adalah seseorang yang pintar berbicara, buatlah sebuah rekaman. Jika Anda adalah seseorang yang pintar berbisnis, tunjukkanlah ke orang lain dengan ide Anda.

6. Gunakan teknologi

Zaman sekarang, teknologi merupakan sesuatu yang sangat penting dan telah menjadi kebutuhan utama. Banyak sekali alternatif pemasaran terkait teknologi seperti iklan online, email marketing, dan sejenisnya. Mungkin yang paling mendasar adalah dengan membuat company profile.

7. Buat sebuah perlombaan berhadiah

Anda bisa membuat sebuah perlombaan berhadiah, hal ini tentu merupakan salah satu alternatif terbaik dalam menarik pelanggan baru. Misalnya Anda dapat meminta orang-orang memberikan komentar mengenai web Anda, lalu memintanya untuk memberitahukannya ke teman-temannya. Dan sebagai gantinya Anda akan memberikan hadiah bagi yang mengajak teman terbanyak.

8. Membuat sebuah acara

Acara merupakan salah satu alternatif untuk menarik pelanggan baru.  Dengan cara ini, maka partisipan atau sponsor akan dapat mengetahui bisnis atau layanan yang Anda sediakan.

9. Menggunakan strategi pemasaran yang berbeda-beda

Buatlah sebuah strategi pemasaran yang mencakup penggunaan teknologi seperti email marketing, media sosial atau word-of-mouth. Melalui hal tersebut, cobalah menemukan strategi pemasaran mana yang paling cocok untuk produk dan bisnis Anda.

10. Temukan mitra bisnis

Salah satu cara tercepat untuk menarik pelanggan baru adalah dengan menemukan seorang mitra bisnis yang dapat membantu Anda. Mungkin Anda sudah sering melihat hal ini di dunia bisnis, dimana perusahaan yang satu bekerjasama dengan perusaahan lain baik dalam iklan atau produk. Bahkan, akusisi juga merupakan salah satu bentuk partner bisnis, hanya saja ia merupakan bentuk yang jauh lebih kuat.

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com

Begini Seharusnya Customer Service Itu!

Posted on Updated on

Customer-service

Suatu hari, seorang pengusaha sekaligus blogger bernama Peter Shankman, sedang kelaparan di lobi bandara. Peter belum sempat makan malam sedangkan dia harus menunggu pesawat yang akan take off setengah jam lagi. Iseng-iseng, dia mengetik tweet ke restoran steak langganannya, Morton’s Steakhouse.

tweet

Peter memesan seporsi porterhouse (sejenis steak, asumsi saya) dan meminta untuk dikirimkan ke Newark Airport dua jam lagi, setelah pesawatnya mendarat dan dia sampai di bandara. Isi dari tweet itu sepenuhnya bercanda, seperti Anda mungkin nge-tweet sesuatu tentang “Dear hujan, tolong berhenti ya. Aku ada acara penting nih.”

Ajaibnya, restoran steak tersebut benar-benar menangani pesanan Peter. Padahal, dari Morton’s Hackensack ke airport berjarak 30 kilometer lebih. Belum lagi kemungkinan penerbangan yang delay, atau Peter tiba satu jam lebih awal, dan lain-lain. Namun, restoran tersebut memilih mengambil resiko untuk mengantarkan pesanan Peter.

Terkejutlah Peter ketika sampai di bandara, telah ada seseorang bertuksedo rapi mengantarkan pesanannya.

steak surprise

Tentu saja Peter membagikan kabar baik tersebut di dalam akun Twitter miliknya, @petershankman. Mengingat jumlah followers Peter ada 150.000 orang lebih, tentu hal ini sangat baik dengan menciptakan Word of Mouth untuk Morton’s Steakhouse.

oh-my-god

Lain lagi ceritanya dengan Southwest Airlines. Seorang pria tua yang terburu-buru ke bandara sehabis perjalanan bisnisnya di Los Angeles, terancam ketinggalan pesawat karena macet di jalan. Padahal, dia harus segera ke Denver untuk melayat cucu perempuannya yang meninggal di usia tiga tahun karena dibunuh oleh pacar ibunya.

Istri pria tua tersebut menelpon ke pihak bandara dan menjelaskan situasinya. Betapa terkejutnya pria tua tersebut setiba di bandara dan sang pilot sedang menunggunya, padahal penerbangan seharusnya sudah terjadi 12 menit yang lalu.

“Mereka tidak bisa ke mana-mana tanpa saya,” si pilot berkata. “Dan saya tidak akan ke mana-mana tanpa Anda. Santailah, saya akan mengantar Anda ke sana. Saya turut berduka cita.”

Artikel di Businessweek juga memuat tentang kehebatan pelayanan konsumen di Hotel Ritz-Carlton Bali.

Anak dari salah satu keluarga yang menginap di Ritz mempunyai alergi tertentu yang menyebabkan ia harus mengkonsumsi telur dan susu jenis tertentu. Ayah dan ibunya telah menyiapkan bahan-bahan tersebut untuknya, tetapi telurnya pecah di perjalanan dan susunya juga sudah basi.

Manajer Ritz-Carlton kebingungan karena tidak ada satu tokopun yang menjual telur dan susu yang dimaksud. Untungnya, seorang eksekutif chef menemukan bahwa produk yang dibutuhkan ada di Singapore.

Eksekutif chef tersebut langsung mengontak mertuanya yang tinggal di sana, menyuruhnya membeli telur dan susu tersebut dan langsung terbang ke Bali untuk membawanya.

Zappos, sebuah online shop yang terkenal dengan tagline “Powered by Service” mempunyai 500 orang karyawan khusus untuk menangani customer service. Karyawan-karyawan tersebut telah dilatih selama tujuh hari mengenai cara-cara membuat konsumen senang.

Perusahaan yang menjual sepatu dan barang bermerek lainnya tersebut telah melakukan banyak hal untuk konsumennya. Dari mengirim bunga untuk pelanggannya yang tidak bisa memakai sepatu karena kakinya sedang dalam penanganan medis, hingga mengirimkan sepasang sepatu gratis untuk seorang pria yang datang ke acara pesta pernikahan temannya tanpa sepatu. Bagi Zappos, marketing fee mereka adalahcustomer service.

Masih ingat hukum penjualan? 83% transaksi bisa closing (terjual) karena pembeli menyukai penjualnya.

Peter Shankman, yang juga menulis sebuah e-book berjudul “Customer Service: a New Rule for Social Media World“, berkata bahwa pada dasarnya customer service adalah bagaimana membuat suatu momen yang mengagumkan dan membuat orang-orang dengan ‘ikhlas’ membicarakan produk Anda. Orang-orang tersebut akan merekomendasikan produk Anda lewat mana saja: pembicaraan langsung, social media, bahkan membuat artikel di blog mereka.

Rekomendasi orang, dalam marketing, sangat berpengaruh dibandingkan hanya sekedar iklan. Menurut video “11 Stunning Facts about Social Media“, 90% orang lebih mempercayai rekomendasi secara personal dibanding iklan.

Jadi, seberapa bagus customer service Anda saat ini? Anda boleh berbagi pengalaman Anda di dalam komentar :D.

oleh Dima Hana Mahsunah | Yukbisnis.com