Tipe Konsumen

Ingin Menjual Produk yang Berhubungan dengan Wanita? Wajib Baca Ini!

Posted on Updated on

 YEA_menjualprodukwanita

Sebagai seorang penjual, mengetahui karakteristik pasar adalah hal yang penting. Sehingga bisa diketahui apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhan pasar atau belum. Ditambah lagi, penjual dapat mengembangkan bisnis online tersebut dengan menambah kategori produk yang potensial. Kebanyakan produk yang banyak dijual oleh penjual online adalah produk-produk yang berhubungan dengan wanita. Karena banyak penjual online yang menganggap wanita doyan belanja.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Grup Gramedia dan IPSOS dengan manganalisa 3.000 pembaca perempuan di 9 kota besar di Indonesia, segmen perempuan termasuk segmen yang unik dan juga menarik. Ada beberapa fakta menarik mengenai perilaku belanja wanita di Indonesia. Bukan hanya doyan belanja saja, tapi apa saja barang yang wanita sering beli melalui online hingga bagaimana mereka memandang suatu produk yang dijual secara online. Hasil survei ini bisa menjadi referensi bagi penjual online dalam memilih produk dan melakukan promosi.

Wanita, Media Sosial, dan Perilaku Belanja Online

  • 83% wanita di Indonesia menggunakan smartphones untuk tersambung ke internet.

  • Dibandingkan media sosial lain, Facebook menjadi media sosial yang paling sering digunakan wanita di Indonesia. Sebanyak 94% wanita Indonesia memiliki akun Facebook.

  • Sebanyak 27% wanita di Indonesia memiliki akun Twitter, sedangkan 3% memiliki akun Instagram.

  • 60% wanita di Indonesia aktif mem-follow akun Twitter merek produk-produk favorit mereka

  • 51% wanita menggunakan internet untuk mencari informasi tentang fashion dan kecantikan

  • 11% wanita di Indonesia sering meng-update harga promo kebutuhan sehari-hari melalui media sosial.

  • Berdasarkan hasil survei, 14% wanita di Indonesia berbelanja online karena mereka mengenal penjualnya

  • Rata-rata wanita di Indonesia menghabiskan 253 ribu rupiah sampai jutaan rupiah per satu kali transaksi saat berbelanja lewat internet.

  • Satu dari tiga wanita (1:3) akan berbagi pengalaman berbelanja, sedangkan sisanya akan menyimpan pengalaman tersebut agar tak ada teman yang menyaingi pilihan produknya.

  • 84% wanita di Indonesia mencari informasi mengenai produk-produk yang akan dibeli sebelum berbelanja. 78% wanita di Indonesia akan membagikan informasi tersebut melalui media sosial setelah berbelanja.

  • Hasil survei dari IHI menunjukkan 99% wanita di Indonesia tidak pernah membeli kosmetik secara online. Hal dikarenakan faktor kecocokan kulit dengan bahan kimia pada kosmetik dan juga kosmetik tidak bisa dicoba terlebih dahulu jika dibeli lewat online shop.

Umum

  • Hasil survei yang dilakukan sejak Oktober 2012 menunjukkan wanita di Indonesia terbagi menjadi tiga kluster. Yaitu, perempuan up to date (menyukai olah raga dan tantangan), explorer (mencoba hal-hal baru, khususnya yang sedang tren), dan achiever (rela bekerja keras demi keluarga). Dari tiga klutser tersebut terdapat satu kesamaan, yaitu mereka adalah visual admirer yang artinya wanita di Indonesia mudah tertarik kepada produk-produk yang memiliki kemasan maupun tampilan gambar yang visualnya bagus.

  • 7 dari 10 wanita mempertimbangkan faktor warna serta model dalam membeli produk otomotif.

  • 93% wanita di Indonesia berbelanja produk fashion pada momen-momen tertentu. Contohnya saat hari raya dan musim diskon

  • Memasuki usia 20-an, wanita di Indonesia cenderung eksploratif. Rata-rata mereka sudah terjun ke dunia kerja dan memiliki penghasilan. Penghasilan tersebut biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersier, mulai dari fashion sampai ponsel terbaru.

  • Wanita di Indonesia yang berusia 30-35 tahun mulai jarang membeli produk make up terbaru, namun mereka membeli produk perawatan kecantikan.

  • 27% wanita bergabung di komunitas. Sebanyak 6% karena ingin mendapatkan promosi dari suatu produk.

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati
http://yea-indonesia.com

6 Tipe Konsumen Dan Cara Melayaninya

Posted on Updated on

Image

Sebagai pebisnis, tentu Anda akan memberikan perhatian khusus untuk pelayanan pelanggan karena pelanggan ibarat seorang raja. Pelayanan yang masksimal saja belum tentu menghasilkan penjualan, apalagi pelayanan yang seadanya. Ada berbagai karakter pelanggan dengan berbagai keunikan yang akan Anda temui. Lalu bagaimana cara mengenali pelanggan sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal dan produktif?

Bagaimana Mengetahui Tipe-Tipe Konsumen

Biasanya sebelum melakukan pendekatan kepada calon konsumen, Anda akan menjelaskan hal-hal yang umum seperti memperkenalkan diri dan produk Anda. Anda bisa melakukannya sekitar 2-3 menit. Waktu tersebut Anda gunakan untuk menentukan tipe konsumen dan menilai apakah calon klien tersebut termasuk kategori sangat prospek, semi prospek atau tidak prospek. Sebaiknya Anda sering mengikuti pelatihan penjualan sehingga kemampuan praktik Anda dilengkapi dengan ilmu pengetahuan yang memadai.

Tipe-Tipe Konsumen

Setelah Anda belajar menentukan konsumen, maka Anda sudah harus bisa mengambil sikap dan tindakan untuk melayani konsumen sesuai dengan tipe-tipe konsumen Anda. Berikut ini adalah tipe-tipe konsumen dan cara melayaninya:

1. Tipe konsumen pendiam

Konsumen tipe ini biasanya tidak banyak bicara. Jika tidak mendapatkan pancingan dari lawan bicaranya maka mereka tidak akan berbicara. Less talk more action, mungkin itulah semboyan konsumen tipe ini.

Konsumen tipe ini biasanya jaringan pertemanannya terbatas karena mereka jarang bergaul. Namun jika mereka memiliki teman, mereka sangat dekat sehingga setiap ucapannya akan selalu dipercaya. Dan jika sudah sekali percaya, mereka akan terus mempercayainya sampai kapan pun. Sifat ini akan menguntungkan bagi Anda, sebab referensi dari si pendiam dapat sangat diandalkan.

Langkah-langkah komunikasi ketika berhadapan dengan konsumen tipe ini adalah:

  1. Anda harus menyiapkan mental untuk lebih banyak bicara daripada mendengar.
  2. Memulai pembicaraan dengan hal-hal yang ringan dan tidak perlu membicarakan sesuatu yang berat dengannya, apalagi langsung ke urusan penjualan. Anda bisa memulainya dengan membicarakan hobi, keluarga dan sebagainya.

2. Tipe konsumen cerewet

Meski tidak memancingnya Konsumen tipe ini sangat aktif bicara. Bahkan tidak jarang mereka terlihat mengenal dan dekat dengan Anda. Mereka sangat mudah diajak berbicara dengan gaya yang santai dan akrab. Terkadang pembicaraan mereka juga berlebihan, tapi itulah tipe konsumen cerewet.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk berkomunikasi dengan tipe ini yaitu:

  1. Coba untuk menjadi pendengar dan biarkan konsumen Anda berbicara.
  2. Ikuti alur mereka sampai pada tahap tertentu. Kemudian belokkan alur pembicaraan sesuai keinginan Anda.
  3. Jangan ragu mengatakan, “Bolehkah saya berbicara sekarang?”

3. Tipe konsumen arogan

Arogan merupakan salah satu tipe konsumen yang sulit menerima pendapat orang lain dan selalu menganggap pendapatnyalah yang paling benar. Jika Anda tidak mengenal karakter ini, jangan menyalahkan diri Anda jika presentasi Anda selalu gagal. Konsumen arogan merasa tahu segala hal, termasuk produk Anda sekalipun. Dan dalam menghadapinya, Anda harus sabar dan tidak boleh tersinggung sama sekali.

Cara menghadapi konsumen seperti ini adalah:

  1. Beri mereka kesempatan untuk memahami produk Anda sesuai keinginannya. Anda bisa memberikan informasi mengenai  produk Anda lewat brosur atau melihat produk sendiri.
  2. Jangan coba-coba menganggu “kesendiriannya” jika tidak ingin mendapatkan cacian.
  3. Anda hanya bisa bertanya, “Apakah Anda sudah jelas tentang produk kami?” atau pertanyaan lain yang sejenis.
  4. Tipe seperti ini sangat senang dipuji. Oleh karena itu pujilah mereka dengan sopan dan proporsional.

4. Tipe konsumen sombong

Apakah Anda tahu perbedaan sombong dengan arogan? Dalam konteks ini, tipe sombong dimaknai sebagai seseorang yang terlalu bangga dengan dirinya dan suka banyak berbicara dan sering kali memamerkan kemampuannya dan apa yang dimiliki. Padahal yang dikatakan mereka belum tentu benar. Bagi penjual, tipe seperti ini adalah konsumen yang paling mudah dipengaruhi.

Berikut ini yang harus Anda lakukan untuk tipe seperti ini agar mudah menghadapinya:

  1. Biarkan mereka bicara sesuka hatinya
  2. Memberi kesan seolah-olah Anda menyetujui semua pendapat mereka. Misalnya dengan mengatakan “Anda benar”, “Saya setuju dengan Anda”, dan pernyataan lain sejenisnya.
  3. Pujilah sesuatu yang mereka banggakan. Misalnya, jika konsumen Anda memiliki banyak perhiasan, berikan pujian tentang hal itu.
  4. Rayu konsumen Anda untuk menggunakan produk Anda berdasarkan pembicaraan mereka sendiri. Contoh pernyataan, “Jika mampu membeli barang mewah seperti yang telah Anda ceritakan, Anda pasti bersedia membeli produk kami”.

5. Tipe konsumen hemat

Orang hemat adalah orang yang terlalu memperhitungkan untung rugi dan memanfaatkan setiap hal yang akan dibelinya. Konsumen ini memang harus memperhitungkan seberapa besar manfaat yang akan diperoleh jika membeli sesuatu. Namun, tipe hemat cenderung berlebihan. Mereka sangat detail dan tidak akan melewatkan satu pun perhitungannya.

Trik untuk menghadapinya yaitu:

  1. Siapkan data dan hitung-hitungan setiap produk secara lengkap
  2. Sampaikan manfaat dan fungsi setiap produk kepada konsumen
  3. Jangan pernah mengabaikan perhitungan produk, bahkan perhitungan paling sepele sekali pun.
  4. Jangan pernah mengabaikan manfaat dan fungsi produk, bahkan manfaat yang paling minor sekali pun.

6. Tipe konsumen pembanding

Tipe pembanding adalah konsumen yang sangat paham akan produk yang Anda tawarkan. Bisa jadi konsumen tipe ini justru lebih menguasai produk Anda bahkan produk kompetitor, jika Anda tidak benar-benar mempelajari produk. Untuk itu Anda harus menguasai produk sendiri dan produk pesaing dalam menghadapi konsumen bertipe pembanding.

Tipe pembanding akan selalu membandingkan produk-produk Anda dengan produk kompetitor. Bisa saja Anda terperosok ke dalam jebakan perbandingannya. Pastinya setiap penjual selalu mengunggulkan kualitas produk sendiri dan merendahkan produk pihak lain. Jika Anda tidak menguasai produk, mungkin saja Anda akan mati kutu ketika berhadapan dengan mereka.

Trik untuk menghadapinya yaitu:

  1. Kuasai produk semaksimal mungkin dan ilmu presentasi agar mampu meyakinkan tipe pembanding.
  2. Pelajari produk-produk sejenis kompetitor.
  3. Jangan pernah bersedia masuk ke dalam jebakan membanding-bandingkan produk tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.
  4. Untuk menghadapi tipe ini, jika Anda belum paham betul, sebaiknya mengajak serta rekan kerja senior Anda.

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com