Young Entrepreneur Academy

Cara Mudah Memanfaatkan Media Sosial untuk Pemasaran Bisnis

Posted on Updated on

Image

Saat ini media sosial telah terus berevolusi dan berinovasi dalam menunjang kebutuhan para pemilik bisnis. Platform media sosial seperti Facebook, Twitter dan beberapa platform media sosial lainnya telah banyak membantu pemilik bisnis dalam memasarkan produk mereka. Tidak jarang pengusaha online menjamur di mana-mana. Menurut Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementrian Komunikasi, dan Informatika mengungkapkan bahwa sekitar 63 juta masyarakat Indonesia menggunakan internet, sebanyak 95 persen penggunaannya untuk sosial media yaitu Facebook dan Twitter.

Berikut ini ada cara mudah dalam memanfaatkan media sosial agar bisnis Sobat bisa berkembang sehingga pemasarannya dapat menjangkau konsumen lebih luas.

  • Topik dan berita ter-update saat ini

Agar dapat berbaur dengan konsumen, maka Sobat harus bisa mengetahui topik terhangat saat ini. Kemas kembali topik terhangat saat ini dengan membuat sebuah konten yang menarik. Dengan begitu fans atau pengikut Sobat akan menjadi respect terhadap bisnis Sobat. Hindari terlalu banyak memberikan materi mengenai produk Sobat secara terus-menerus dan gantilah dengan konten bervariatif dan edukatif. Hal ini akan dapat menjalin komunikasi antara Sobat dengan konsumen.

 

  • Fitur terbaru media sosial

Jika Sobat menggunakan media sosial sebagai media pemasaran, maka Sobat juga harus mengetahui fitur-fitur terbaru dari media sosial tersebut. Salah satunya dengan memanfaatkan fitur video di Facebook. Tanpa perlu menggunakan YouTube, Sobat dapat mengunggah foto-foto produk atau video pembuatan produk Sobat di Facebook. Atau Sobat bisa melihat persentase dari berapa banyak orang melihat, menanggapi dan merepon konten yang Sobat posting.

 

  • Jangkau konsumen lebih banyak

Selain dengan memberikan postingan konten untuk menjangkau pasar, cara lain yang bisa Sobat lakukan adalah iklan. Dalam hal ini Sobat memang harus mengeluarkan budget tambahan untuk mengiklankan produk Sobat di media sosial. Meskipun sudah mengiklankan produk, Sobat juga harus tetap melakukan posting konten secara berkala dan rutin.

  • Hemat waktu

Agar kinerja pemasaran bisnis Sobat melalui media sosial tetap maksimal, Sobat tidak perlu selalu memantau dan mengupdate konten setiap waktu. Karena pastinya Sobat juga harus fokus terhadap bisnis Sobat tersebut. Cara termudahnya adalah dengan memanfaatkan salah satu fitur media sosial, yaitu dapat memposting konten Sobat secara terjadwal sesuai waktu yang Sobat inginkan. Dengan begini Sobat akan lebih hemat waktu untuk melakukan aktivitas lainnya.

 

  • Ikuti perubahan media sosial

Ketika sebuah platform media sosial membuat perubahan, maka Sobat harus bisa mengikuti perkembangannya. Manfaatkan perubahan tersebut untuk memaksimalkan jangkauan pasar dan konsumen serta mendukung perkembangan bisnis Sobat.

 

Oleh: Winda Chan
Ilustrator: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com

 

5 Jurus Sakti Meningkatkan Permintaan Konsumen

Posted on

Image

Bisnis dikatakan sukses apabila permintaan konsumen semakin meningkat dari waktu ke waktu. Minimal permintaan tidak mengalami penurunan yang drastis. Agar permintaan meningkat, tentunya Sobat membutuhkan berbagai macam strategi yang tepat untuk dijalankan. Mungkin salah satu yang pernah Sobat lakukan adalah dengan melakukan berbagai penelitian, seperti riset pasar mengenai apa yang dibutuhkan konsumen dan bagaimana menyakinkan konsumen bahwa produk yang Sobat jual bagus dan berkualitas.

Berikut ini 5 jurus sakti yang bisa Sobat coba untuk meningkatkan minat konsumen terhadap produk Sobat.

  1. Riset : selalu memantau kebutuhan pasar

Jangan pernah berhenti untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh Konsumen. Sobat harus bisa memanfaatkan hasil survey atau testimonial yang diberikan konsumen saat memberikan komentar terhadap produk maupun pelayanan yang Sobat berikan. Dari hasil riset tersebut, maka bisa saja muncul ide-ide kreatif yang dapat memberikan inovasi terbaru terhadap produk yang Sobat jual. Jika konsumen suka, maka permintaan pun akan meningkat.

  1. Menghasilkan konten yang berkualitas

Jika Sobat baru merintis suatu usaha, maka Sobat harus lebih gencar dalam melakukan promosi dan meyakinkan kosumen bahwa produk yang Sobat miliki bermanfaat dan berguna bagi konsumen. Sobat bisa mereview dan mengenalkan produk di berbagai media sosial agar dapat memberikan informasi kepada pembaca atau konsumen bahwa produk yang Sobat tawarkan memiliki manfaat bagi konsumen.

  1. Membuat grup khusus

Agar konsumen bisa terus menerus membeli produk Sobat, maka ada cara lain yang bisa Sobat lakukan. Cobalah untuk membuat grup khusus. Hal ini bertujuan untuk menjalin komunikasi berkelanjutan dengan konsumen, menjalin kedekatan secara lebih personal ke tiap-tiap pelanggan Sobat, dan yang terakhir adalah agar Sobat dapat memberikan penawaran khusus untuk konsumen yang telah tergabung dalam grup. Kepedulian Sobat terhadap konsumen akan membuat konsumen menjadi lebih respect terhadap toko online Sobat.

  1. Berikan penawaran produk khusus konsumen baru

Awalnya mungkin konsumen merasa ragu untuk mencoba produk Sobat. Hal ini biasanya sering terjadi. Namun Sobat bisa memberikan beberapa penawaran untuk memikat konsumen-konsumen baru. Cara ini merupakan cara yang paling banyak dilakukan oleh banyak penjual. Biasanya mereka memikat kosumen baru dengan memberikan diskon, promo, voucher atau pun ada juga yang memberikan produk secara cuma-cuma untuk konsumen baru agar mau mencobanya. Nantinya setelah konsumen mencoba produk yang Sobat tawarkan dan dinilai bagus dan bermanfaat, maka kemungkinan besar akan kembali lagi untuk membeli produk Sobat.

  1. Review konsumen

Manfaatkan website yang Sobat miliki dengan menambah fitur review produk atau kolom testimonial agar konsumen bisa memberikan masukkan terhadap produk maupun pelayanan Sobat. Kepercayaan konsumen terhadap produk yang Sobat tawarkan akan tercipta dari testimonial yang telah diberikan oleh konsumen sebelumnya. Konsumen tidak akan ragu membeli jika ulasan produk Sobat baik di mata mereka. Hasiil review tersebut akan bisa menjadi tolak ukur perkembangan masa depan bisnis Sobat.

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com

 

4 Rahasia Membangun Brand Audience

Posted on Updated on

Image

Bagi Sobat yang berprofesi sebagai penjual online maupun offline, tentunya mengharapkan produk atau jasa Sobat dikenal banyak orang. Bagi penjual online, media sosial menjadi sarana untuk memperkenalkan produk maupun jasa tersebut. Pemahaman mengenai cara membangun hubungan dan ketertarikan brand dengan audiensi (brand audiencei) di media sosial menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi sebagai syarat membangun bisnis online.

Sebelum Sobat membangun brand audience, maka ada beberapa hal pokok yang perlu Sobat ketahui :

  1. Perlu Sobat ketahui bahwa audiens akan menjadi loyal jika mereka dapat merasakan manfaatnya dari konten yang Sobat berikan. Apabila audiens bisa merasakan manfaat dari konten yang Sobat berikan, maka mereka akan dengan cepat untuk memutuskan menjadi fans atau followers.

  2. Promosi bisnis tentu sangat penting. Namun yang harus Sobat perhatikan adalah saat Sobat menggunakan media sosial, bukan berarti harus selalu berjualan ataupun promosi. Hal terpenting adalah membangun brand bisnis dan meningkatkan ketertarikan antara perusahaan Sobat dengan audiens.

Setelah Sobat memahami kedua hal di atas, maka selanjutnya coba menerapkan 4 rahasia membangun brand audience:

  1. Communicate

Komunikasi yang baik adalah komunikasi dua arah. Oleh karena itu penentuan topik haruslah tepat agar tercipta komunikasi dua arah. Hal ini ditandai oleh adanya feedback dari tulisan yang Sobat share di media sosial. Feedback bisa berupa komentar, like, atau share. Semakin banyak orang yang memberikan feedback, maka Sobat akan dapat membangun komunikasi yang efektif dan akhirnya brand Sobat akan mudah dikenal.

 

  1. Collaborate

Setelah berhasil membangun komunikasi, maka selanjutnya Sobat dapat membangun kerja sama dengan audiens. Pada tahap ini Sobat harus bisa membuat audiens merasa memiliki brand dan menjadi lebih dekat dengan brand Sobat. Banyak brand besar yang membangun komunitas yang berhubungan dengan brand-nya dan berkolaborasi dengan komunitas tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengikat anggota komunitas agar semakin dekat dengan brand perusahaan.

 

  1. Educate

Tahap selanjutnya adalah mengedukasi audiens mengenai hal yang berhubungan dengan produk Sobat. Tujuannya adalah agar muncul kesadaran di dalam diri audiens mengenai pentingnya produk yang Sobat tawarkan.

Bagi Sobat yang menjual produk fashion seperti pakaian, maka Sobat bisa memberikan manfaat kepada audiens berupa cara mencuci baju agar warna tetap awet, membuat baju warna putih tetap awet, bagaimana membedakan penjual jujur atau tidak, atau konten lain yang bermanfaat.

  1. Entertain

Sesekali berikan konten hiburan, lucu, unik atau yang lain. Audiens yang membacanya akan merasa lebih fresh dan sedikit melupakan kepenatan dari kesibukan kerja mereka.

 

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com

5 Alasan Orang Suka Berbelanja Online

Posted on Updated on

Image

Perlu Sobat ketahui, setiap tahunnya jumlah pembeli di dunia maya semakin meningkat dan berkembang pesat. Media untuk melakukan pemasaran juga semakin beragam seiring dengan perkembangan dunia teknologi. Banyak orang yang memanfaatkan layanan media sosial, situs marketplace, maupun toko online yang dikelola sendiri. Lalu mengapa hal ini bisa terjadi? Ini lah lima alasan sehingga banyak orang yang lebih memilih membeli barang atau menjual produk melalui internet.

  1. Tidak repot

Kerepotan yang dihadapi oleh pembeli adalah ketika harus berbelanja dalam jumlah yang banyak. Tentunya Sobat juga akan merasa kerepotan membawa barang belanjaan, sementara masih banyak lagi barang yang akan dibeli. Ditambah lagi kendaran yang Sobat bawa tidak dapat menampung sepenuhnya barang belanjaan. Dengan berbelanja melalui internet, Sobat tidak perlu susah membawa barang belanjaan. Cukup mengandalkan jasa ekspedisi, maka barang akan sampai di tangan Sobat.

 

  1. Meminimalisir pengeluaran

Jika Sobat berbelanja melalui internet, tentunya akan lebih menghemat pengeluaran. Sobat bisa membandingkan jika berbelanja secara langsung di sebuah pusat perbelanjaan atau toko yang lokasinya cukup jauh. Dengan berbelanja di internet, maka Sobat akan mengurangi biaya transportasi bahkan biaya tambahan untuk makan atau cemilan karena lelah saat berbelanja.

 

  1. Mudah membandingkan harga

Beberapa dari Sobat mungkin ada yang senang membandingkan harga antara satu toko dengan toko lain demi mendapatkan harga yang lebih murah. Jika Sobat berbelanja secara offline, maka Sobat harus mendatangi satu-persatu toko yang ada sampai menemukan harga yang pantas. Tentunya ini akan sangat membuang waktu dan tenaga. Jika melalui internet, maka Sobat hanya tinggal mencari toko online yang diinginkan di mesin pencari Google tanpa perlu mendatangi toko satu-persatu untuk membandingkan harga yang paling pas.

 

  1. Mencari diskon

Alasan lainnya adalah konsumen senang berbelanja dan mencari produk yang memiliki potongan harga khusus. Saat ini memang telah banyak situs perbelanjaan yang menawarkan diskon dengan memberikan paket harga.

 

  1. Kenyamanan

Kebanyakan konsumen lebih nyaman berbelanja lewat situs internet. Karena berbelanja di internet lebih bisa meminimalisir pengeluaran dan tentunya lebih menghemat waktu.

 

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com

 

Cara Mudah Mengecek Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk

Posted on Updated on

Image

 

 Saat Sobat mengunjungi suatu tempat makan dan kemudian merasa ingin kembali lagi di waktu yang lain, tentunya Sobat punya alasan tersendiri. Bisa jadi karena pelayanannya, rasa makannya, suasana tempatnya atau karena harga murah yang ditawarkan. Jika salah satu alasannya benar, maka saat ini Sobat telah menjadi konsumen loyal.

Seberapa banyak konsumen kembali untuk membeli produk atau jasa Sobat? Jika banyak dan sering, maka itu adalah salah satu ciri perusahaan yang Sobat jalankan berjalan dengan baik. Sobat bisa mengukur tingkat kepuasan konsumen terhadap salah satu produk yang Sobat jual. Sobat bisa melakukan perubahan terhadap produk agar dapat meningkatkan keuntungan yang lebih besar lagi.

Kepuasan pelanggan bersifat subyektif dan diperlukan umpan balik sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana konsumen menjadi loyal terhadap produk Sobat. Sobat bisa membuat survey untuk mengetahuinya.

  1. Meminta pelanggan untuk mengisi sebuah survey

Mungkin saja cara ini paling sering dilakukan oleh penjual. Karena dari survey ini Sobat bisa mengetahui seberapa besar rasa ketertarikan seseorang terhadap produk. Sobat bisa memberikan form survey secara langsung saat konsumen membeli produk atau bisa mengirimkannya melalui email. Agar pelanggan bersedia dan senang hati mengisi survey, maka Sobat bisa memberikan penawaran khusus seperti diskon, hadiah atau voucher belanja yang diberikan setelah mereka mengisi survey.

 

  1. Mengajukan pertanyaan yang tepat

Agar konsumen memberikan jawaban yang benar, maka Sobat harus membuat pertanyaan yang bisa dijawab oleh pelanggan dengan benar atau salah menurut mereka. Jangan pernah takut dengan jawaban yang diberikan oleh pelanggan jika itu sesuai kenyataan. Jika produk yang Sobat jual masih belum berkualitas, maka Sobat harus memperbaikinya demi meningkatkan kepuasan pelanggan.

 

  1. Bersikap ramah

Biasakan diri untuk bersikap ramah karena ini akan membangun hubungan dekat dengan konsumen. Kenyamanan yang dirasakan konsumen akan membuat konsumen menyukai produk Sobat dengan sendirinya. Tentunya ini akan meningkatkan keuntungan perusahaan.

 

  1. Mau menerima jika masih ada kekurangan produk

Apapun yang pelanggan sampaikan mengenai produk, meskipun itu kritikan pedas sekalipun harus tetap Sobat terima. Karena ini bagian dari proses menuju kesuksesan. Meskipun konsumen sering mengemukakan kekurangan produk, jadikan ini sebagai masukan positif untuk memperbaiki produk tersebut. Dengan begitu, konsumen akan merasa masukannya diterima dengan baik sehingga memungkinkan konsumen untuk kembali pada Sobat nantinya.

 

  1. Cari tahu mengapa konsumen puas dengan produk milik orang lain

Mungkin Sobat akan merasa sedikit gengsi untuk menanyakannya. Tapi tidak ada salahnya sesekali menanyakan kepada konsumen yang pernah menggunakan produk milik orang lain, apa keunggulan produk tersebut? Jika Sobat bisa mempelajari apa yang dilakukan pesaing, maka Sobat bisa menarik konsumen lebih banyak lagi. Mungkin awalnya meniru, namun lama-kelamaan Sobat akan bisa membuat keunikan dari produk Sobat dan bahkan bisa lebih baik lagi dari produk pesaing.

 

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com 

Cara Mudah Mengesankan Pelanggan

Posted on Updated on

cara mudah mengesankan

Sulitkah mengesankan pelanggan? Mungkin ini lah yang Sobat alami. Kesan baik dan pelayanan memuaskan yang dirasakan oleh pelanggan akan memberikan keuntungan bagi perusahaan, yaitu terjadinya transaksi pembelian yang berulang-ulang. Namun untuk mengesankan pelanggan ternyata  tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut ini beberapa cara agar pelanggan terkesan dan terus melakukan pembelian yang berulang-ulang.

  • Komunikasi yang efektif

Untuk membuat pelanggan terkesan, Sobat harus bisa membangun komunikasiyang efektif. Lalau bagaima caranya? Hal pertama yang harus Sobat lakukan adalah menjadi penjual yang fast responseSobat harus menyempatkan waktu untuk membalas repon maupun pertanyaan calon pembeli maupun pelanggan lama. Berusaha untuk selalu konsisten membangun suasana yang komunikatif selama transaksi jual beli. Selanjutnya pergunakan bahasa yang ramah. Sifat komunikatif akan membuat pelanggan Sobat terkesan.

 

  • Free ongkir (ongkos kirim)

Banyak pelanggan yang cenderung menyukai hal-hal yang ‘gratisan’. Sobat bisa memberikan free ongkir untuk menarik perhatian para pelanggan. Pelanggan akan berpikir jika diberikan free ongkir, maka tidak akan ada dana tambahan lagi yang harus dikeluarkan. Jika Sobat ingin mencoba strategi ini, maka Sobat harus membatasi daerah pengiriman.

 

  • Packaging yang aman dan rapi

Dari bahan yang Sobat gunakan untuk mengemas barang, pembeli bisa menilai apakah penjualnya memiliki niat berjualan atau tidak. Karena ketika barang pertama kali sampai di tangan pembeli, maka akan menjadi kesan pertama pembeli terhadap penjual. So, kemasi barang pesanan pelanggan dengan rapi dan terutama jangan pelit mengeluarkan modal sedikit untuk membeli bahan-bahan yang berkualitas untuk packaging.

 

  • The power of footnote

Catatan kaki akan bisa memberikan kesan tersendiri bagi pembeli meskipun pembeli tidak membaca catatan yang Sobat berikan. Tapi sorotan utamanya adalah perhatian yang Sobat berikan kepada pembeli. Sobat bisa menggunakan kertas kecil untuk menuliskan pesan Sobat kepada pembeli. Tidak perlu bertele-tele dan dibuat-buat. Buat secara sederhana tapi mengandung perhatian, seperti “Terima kasih sudah berbelanja di Toko Kami. Kami tunggu testimonialnya. Salam hangat dari Toko Kami.”

 

  • Feedback

Langkah selanjutnya agar pelanggan menjadi terkesan adalah feedback. Salah satunya adalah dengan memastikan apakah barang pesanan sudah sampai di tangan pembeli atau belum. Sebelumnya Sobat harus mengecek terlebih dahulu dengan memasukkan nomor resi pembeli. Setelah status menjadi delivered, maka inilah saatnya untuk mengontak kembali pembeli.  Jangan lupa untuk meminta testimonial barang yang telah dipesan.

 

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com

Toko Online VS Toko Offline

Posted on Updated on

Image

Toko  online dan toko offline? Kira-kira usaha mana yang akan Sobat jalankan? Tentunya masing-masing memiliki sisi yang berbeda walaupun tujuannya adalah satu kegiatan, yaitu menjual produk atau pun jasa. Bagi Sobat yang ingin memulai usaha, ada baiknya mengetahui 11 perbandingan toko online versus toko offline:

1. Lokasi

Dari segi lokasi toko, toko online biasanya ditemukan di tempat yang banyak orang mengaksesnya seperti mesin pencari Google atau media sosial lainnya seperti Facebook atau Twitter.

Sedangkan toko offline lokasi tokonya mendekati pusat keramaian di mana banyak orang yang berlalu-lalang dan lokasinya cukup strategis serta mudah dijangkau. Contohnya di pusat perbelanjaan, mall atau kios-kios di pinggir jalan.

 

2. Promosi dan pemasaran

Promosi dilakukan hampir tidak menggunakan biaya karena media yang digunakan adalah medial online. Sobat juga tidak perlu mencetak brosur untuk memperkenalkan barang dagangan tapi hanya menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Blog maupun Pinterest.

Sedangkan toko offline akan lebih banyak memerlukan biaya. Sobat perlu mencetak brosur atau membuat iklan di koran untuk memperkenalkan produk dan lokasi usaha, serta mencetak kartu nama untuk lebih meyakinkan pembeli.

 

3. Jangkauan pasar

Jika membuka toko online, Sobat dapat menjangkau pasar di mana pun lokasinya. Baik di Indonesia maupun di luar Indonesia. Karena dunia internet tak terbatas.

Sedangkan toko offline, pembeli yang datang kemungkinan hanya di sekitar wilayah toko.

 

4. Modal awal

Biaya awal yang dikeluarkan untuk membuka toko online adalah biaya koneksi internet, biaya pembuatan website, dan biaya SEO (jika Sobat ingin).

Sedangkan biaya awal yang dikeluarkan untuk membuka toko offline,  yaitu biaya sewa toko, biaya operasional toko seperti air, listrik dan telepon serta biaya sewa gudang.

 

5. Jenis produk

Di toko online, jenis produk yang dijual bervariasi dan tidak terbatas. Namun toko online akan lebih mudah dikunjungi jika menjual produk yang lebih spesifik.

Sedangkan di toko offline, jenis produk yang dijual juga bervariasi namun terbatas pada jumlahnya. Karena jumlah produk yang dijual tentunya harus melebihi jumlah stok tersebut.

 

6.  Jumlah produk

Penjual online tidak harus memiliki stok barang untuk menjual produk. Sobat bisa melakukan sistem dropshipper saat melakukan penjualan. Selain itu jumlah produk juga bisa disesuaikan dengan jumlah pesanan.

Sedangkan penjual offline harus menyimpan stok produk. Stok produk harus bisa diukur berdasarkan kondisi permintaan pasar demi menghindari penumpukan stok di gudang.

 

7. Jumlah toko

Sobat yang ingin membuka toko online bisa membuka lebih dari satu toko, Sobat bisa membuka banyak toko melalui marketplace atau situs jual beli online yang rata-rata menyediakan akun gratis. Sobat hanya tinggal mendaftarkan email, mengisi data-data yang diperlukan dan mengunggah foto produk serta memberikan deskripsi produk dan contact person.

Sedangkan untuk toko offline, Sobat harus membuka cabang di wilayah yang berbeda untuk menjangkau konsumen yang ada di wilayah tersebut. Tentunya Sobat akan memerlukan biaya tambahan lagi untuk membuka cabang.

 

8. Cari barang

Cara termudah mencari barang di dunia maya adalah dengan mengetik kata kunci produk di halaman mesin pencari Google atau kolom search di sebuah toko online.

Sedangkan di dunia offline, Sobat harus mendatangi beberapa toko, mencari produk di rak-rak tertentu atau meminta bantuan karyawan toko untk mencari produk yang Sobat butuhkan.

9. Cara beli

Jika membeli di toko online, pembeli hanya cukup menekan tombol “beli” atau memesan produk yang telah dilihat di situs atau toko online melalui sms atau telpon ke penjual.

Sedangkan di toko offline, pembeli bisa langsung memilih produk secara langsung dengan mendatangi toko kemudian membayarnya jika sudah cocok.

 

10. Cara pembayaran

Di toko online, pembayaran dilakukan dengan cara transfer. Pembeli mengirim uang via rekening pribadi ke rekening penjual setelah melakukan pemesanan senilai harga jual ditambah biaya ongkos kirim. Setelah uang diterima penjual, maka pembeli akan mengirimkan produk yang dipesan ke alamat pembeli.

Sedangkan di toko offline, pembayaran langsung dilakukan di waktu yang sama. Pembeli menyerahkan uang langsung kepada penjual atau melakukan pembayaran di mesin kasir lalu produk bisa langsung pembeli bawa pulang.

 

11. Tenaga dan waktu

Dalam menjalankan toko online, Sobat bisa membutuhkan tenaga satu orang. Waktu yang dibutuhkan juga tidak harus full time karena bisa disambi sambil bekerja atau pun mengurus anak.

Sedangkan pada toko offline, tenaga yang dibutuhkan bisa lebih dari satu orang dengan posisi yang berbeda-beda seperti kasir, pemasaran, manajer toko dan sebagainya.  Waktu yang dibutuhkan juga sebaiknya full time dan harus memiliki komitmen yang lebih besar.

 

Oleh: Winda Chan
Ilustrasi: Ary Pratama
Editor: Kiki A Larasati

http://yea-indonesia.com